Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Konsultan Pengadaan Barang/Jasa
image

Handaka GS, SH

08164265622


Kronggahan RT 04 / RW 07 Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta
Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

Dibeli barang bekas Anda

Dibeli aneka barang bekas dari bahan kertas dan besi/logam, harga nego, sistem timbang bayar, rahasia dijamin.

Hubungi : Annisa telp. 02747819272 www.swakaryayogya.com

 

Motivasi

 

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٦٢)

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am:162).

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 ”Yaa Tuhan kami,  anugerahkan kepada kami kehidupan yang baik di dunia dan kehidupan yang baik di akherat, dan jagalah kami dari siksa neraka”

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.

 

رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ

‘Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.’

 

Memaknai Tahun Baru 2010 

Allah Swt berfirman dalam Q.S Al-Hasyr : 18 “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaknya tiap-tiap diri menghitung-hitung apa yang telah dikerjakannya untuk persiapan hari esoknya. Bertaqwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan”.

Pergantian tahun berarti bertambah pula usia kita, otomatis juga jatah umur kita berkurang, semakin mendekati kematian. Apa yang sudah kita perbuat dari bertambahnya umur kita? Kematian bukanlah akhir dari kehidupan melainkan awal kehidupan panjang yang kekal abadi. Akhirat adalah waktu di mana penyelesaian perkara setiap manusia diselesaikan secara seadil-adilnya. Betapapun panjang dan lamanya hidup di dunia namun masih jauh terlalu singkat dan pendek dibanding kehidupan akhirat. Oleh karena itu marilah kita manfaatkan waktu yang sangat pendek ini untuk semaksimal mungkin untuk bekal kehidupan yang lebih baik di akhirat. Janganlah menunda-nunda waktu dan terlalu panjang angan-angan. Yang semestinya dipersiapkan adalah bekal untuk menghadapi masa tersebut yaitu bekal iman dan amal sholih.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Apabila engkau berada pada sore hari, janganlah menunggu waktu pagi. Apabila engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Ambillah masa sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum datang matimu.”[11]

 ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu memberi petuah kepada kita,

ارْتَحَلَتِ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً ، وَارْتَحَلَتِ الآخِرَةُ مُقْبِلَةً ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الآخِرَةِ ، وَلاَ تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا ، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلاَ حِسَابَ ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلاَ عَمَلَ

Dunia itu akan ditinggalkan di belakang. Sedangkan akhirat akan berada di hadapan kita. Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan besok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.”[12]

 

Kata kunci dari hijrah adalah perubahan. Perubahan menuju lebih baik, dalam segala hal. Oleh karena itu, dalam menapaki hijrah ini kita perlu menetapkan arah atau tujuan hidup dengan jelas, persiapkan bekal amal yang cukup, waspadai godaan nafsu dan tipu daya syetan.

Bentuk-bentuk hijrah maknawiyah di antaranya :

1.      Meninggalkan kekufuran menuju syukur. Hendaknya kita mengubah sikap kufur nikmat menjadi sikap penuh syukur. Jika kita selalu kufur perasaan hati selalu kurang dan terasa sedikit sekali yang Allah berikan kepada kita dan selalu saja timbul rasa iri dan dengki pada orang lain. Sebaliknya jika penuh rasa syukur akan terasa betapa nikmat dan bahagianya dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita. Terlebih lagi jika dibandingkan dengan kondisi orang-orang yang dibawah kita. Harta kekayaan menjadi terasa begitu besar dan berharga.

2.      Meninggalkan syirik menuju tauhid (hanya mengesakan Allah).

Sebagai orang yang beriman hendaknya kita yakin kejadian dan kondisi baik atau buruk itu selalu datangnya dari Allah.

3.      Menghindari suasana kehidupan jahiliyah kearah suasana kehidupan Islami. Seberapa besarkah porsi bacaan, komunikasi handphone, chatting internet dan tontonan televisi di keluarga kita apakah masih banyak menyukai dengan tontonan yang berisi gosip, fitnah, kedengkian dan kebencian pada orang-orang lain atau sudahkah lebih banyak digunakan untuk hal-hal bermanfaat misalnya untuk menyimak pengajian-pengajian.

4.      Menjauhi mata pencaharian yang syubhat dan haram menuju penghasilan yang halalan thayyiban baik secara dzatnya maupun cara memperolehnya. Apakah gaji, honor dan penghasilan dari kita bekerja, berdagang, berbisnis sudah halal atau masih tercampur dengan hal-hal yang subhat atau haram.

Fri, 4 Dec 2009 @07:58

Copyright © 2021 CV. Swakarya Sembada · All Rights Reserved